Smart Muslim, Apa itu?
Oleh Hidayatullah Muttaqin
Apa itu gerangan smart muslim? Ya Smart Muslim adalah nama blog saya yang artinya “muslim cerdas” atau “orang Islam yang cerdas”. Saya mengangkat Smart Muslim sebagai titel blog memang memiliki latar belakang khusus.

Rabithah.net
Selama ini ada “pemahaman” di sebagian orang tua agar anak-anaknya menjadi cerdas dengan mendapatkan gelar kesarjanaan dan memiliki profesi yang bisa dibanggakan. Tak heran pula sejak duduk di “sekolahan” bagi yang memiliki kemampuan finansial, anak-anaknya diikutkan dengan beragam kursus. Katanya supaya anak-anaknya memiliki pengetahuan yang lebih banyak, terlebih dengan sistem Ujian Akhir Nasional (UAN) yang diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia.
Ya, pada dasarnya mengejar cita-cita setinggi langit dan menuntut ilmu dengan beragam cara (selama tidak melanggar hukum Allah) tidak menjadi masalah. Namun, ketika aspek keduniaan ini menjadi hal utama dan di atas segala-galanya, maka akan jadi apa generasi penerus umat Islam saat ini?
Ketika anak-anak dituntut lulus dalam sekolah dan harus mengikuti kursus ini kursus demi mengejar sebuah cita-cita, lalu adakah tuntutan dan didikan supaya anak-anak termasuk kita semua paham agama dan paham hukum-hukum Allah?
Alangkah malangnya orang tua yang mampu menyekolahkan anaknya hingga memperoleh gelar kesejarnaan tertinggi (S3) tetapi tidak bisa shalat, mengaji, dan tidak mengerti hukum-hukum agama. Apalagi mendakwahkan Islam.
Inilah gambaran negeri kita yang sangat malang yang tergambar dari pemimpinan dan petinggi negara kita yang tidak “mengerti” bahwa syariat Islam adalah sebuah kewajiban yang dapat memecahkan problem kehidupan kita.
Saya ingat sebuah hadis Nabi SAW yang menekankan agar kita terhindar dari para pemimpin yang bodoh yang akan menjerumuskan rakyatnya pada kerusakan demi kerusakan.
Diriwayatkan dari Jabr bin Abdillah ra dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda kepada Ka’ab bin Ajrah, “Semoga Allah menjauhkan kamu dari pemimpin yang bodoh.”
Ka’ab bertanya, “Siapakah pemimpin yang tolol/bodoh itu, ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab: “Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau memberi petunjuk seperti petunjukku, tidak pula mau menerapkan syariat (peraturan, undang-undang) seperti ajaranku. Barangsiapa membenarkan perilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu segala perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk ummatku dan aku terbebas dari mereka. Mereka tidak akan pernah mencicipi telagaku (di surga). Sebaliknya, barangsiapa tidak membenarkan segala kebohongan yang diperbuat pemimpin tersebut dan tidak pula membantu perilaku zhalimnya, maka mereka termasuk ummatku dan akupun meridhainya. Mereka akan minum air telagaku (di surga)”
Dari hadis ini, Nabi SAW menjelaskan pemimpin yang bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti sunnah Rasul dan tidak pula menerapkan syariat Islam. Kebalikannya, pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang mengikuti sunnah Rasul dan menerapkan hukum-hukum Allah SWT.
Well, dari hadis Rasul tersebut tergambar makna yang jelas, yakni cerdas berarti mengikuti sunnah Rasul dan menerapkan hukum-hukum yang dibawa Rasul. Melalui pijakan ini, maka setiap muslim dan orang tua semestinya bercita-cita serta mendidik dirinya dan anak-anaknya agar mengerti hukum agama dan menerapkannya.
Inilah kecerdasan hakiki bagi setiap orang Islam. Bukankah orang yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah orang yang paling bertaqwa? Ya tentu saja hanya orang-orang yang mengerti dan menerapkan hukum agama saja yang dapat bertaqwa kepada Allah.
Nabi sendiri pernah menyampaikan secara khusus tentang apa yang dimaksud dengan orang yang cerdas. Kata Rasul: “Orang yang cerdas itu adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya dan selalu bekerja dengan orientasi kehidupan setelah kematian”.
Jadi, ringkasnya smart muslim atau muslim yang cerdas adalah muslim yang mengerti agama, mengamalkannya, dan selalu menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya. []
InsyaAllah tulisan ini ada lanjutannya.
Tulisan terkait
![]()
Tags: Pola Pikir Islam, Smart Muslim



August 11th, 2009 at 2:21 pm
Catatan dari penulis. Nama blog ini sudah dirubah dari Smart Muslim menjadi Jurnal Muttaqin.