<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Muttaqin</title>
	<atom:link href="http://muttaqin.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muttaqin.info</link>
	<description>Tips dan Catatan Muttaqin tentang Islam, pemikiran, politik global, dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Aug 2009 22:37:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Doa Hari Kedelapan Ramadhan</title>
		<link>http://muttaqin.info/doa-hari-kedelapan-ramadhan/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/doa-hari-kedelapan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 22:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Do'a Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" title="Doa Ramadhan" src="http://halaqah-online.com/v3/images/stories/doa.bmp" alt="" width="90"/>Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan dengan orang-onang mulia, dengan kemuliaan-MU, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-left: 0pt; text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Doa Ramadhan" src="http://halaqah-online.com/v3/images/stories/doa.bmp" alt="" width="250" height="188" /></p>
<p style="margin-left: 0pt; text-align: center;"><strong><em><span style="font-family: Tahoma; font-size: small;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Tahoma; font-weight: bold; font-style: italic;"><span>Do’a hari – 8</span></span></span></em></strong></p>
<p style="margin-left: 0pt; text-align: center;"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: x-small;"><span style="font-size: 10pt;">Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran <span>salam</span>, dan pergaulan dengan orang-onang mulia, dengan kemuliaan-MU, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.</span></span></p>
<p style="margin-left: 0pt; text-align: center;"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: x-small;"><span style="font-size: 10pt;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
</span></span>
</p>
<p style="margin-left: 0pt;"><strong><em><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-family: Tahoma; font-weight: bold; font-style: italic;"> </span></span></em></strong></p>
<h3>Tulisan terkait</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/doa-hari-pertama-ramadhan/" title="Doa Hari Pertama Ramadhan">Doa Hari Pertama Ramadhan</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Fdoa-hari-kedelapan-ramadhan%2F&amp;linkname=Doa%20Hari%20Kedelapan%20Ramadhan"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/doa-hari-kedelapan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum-Hukum Seputar Ibadah Shaum</title>
		<link>http://muttaqin.info/hukum-hukum-seputar-ibadah-shaum/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/hukum-hukum-seputar-ibadah-shaum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 00:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Seputar Shaum]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" title="Hukum Seputar Shaum dan Dalil Syaranya" src="http://abudira.files.wordpress.com/2008/08/ramadhan1.jpg?" alt="" width="90"/>Berikut ini saya salinkan pembahasan Hukum-Hukum Seputar Ibadah Shaum dari buku Ahkâm ash-Shalâh Karya al-Ustadz Ali Ragib yang saya petik dari situs Hizbut Tahrir Indonesia. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>RAMADHAN: Hukum Seputar Shaum</pre>
<blockquote><p><span style="color: #800000;"><em>Berikut ini saya salinkan pembahasan <strong>Hukum-Hukum Seputar Ibadah Shaum</strong> dari buku <strong><em>Ahkâm ash-Shalâh </em></strong>Karya al-Ustadz Ali Ragib yang saya petik dari situs <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/08/21/hukum-seputar-ibadah-shaum/">Hizbut Tahrir Indonesia</a>. </em></span></p></blockquote>
<p><img class="aligncenter" title="Hukum Seputar Shaum dan Dalil Syaranya" src="http://abudira.files.wordpress.com/2008/08/ramadhan1.jpg?w=441&amp;h=361" alt="" width="441" height="361" /></p>
<p><strong><em>Dalil kewajiban shaum</em></strong><em>.</em></p>
<p align="right">فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ</p>
<p><em>Siapa saja di antara kalian yang melihat hilal bulan Ramadhan, maka berpuasalah.</em> <strong>(QS al-Baqarah [2]: 185).</strong></p>
<p>Dalil shaum juga didasarkan pada hadis penuturan Ibn Umar ra. yang menyatakan:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: بُنِيَ اْلاِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهاَدَةِ اَنْ لاَ الَهَ اِلاَّ اللهُ، وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَاِقاَمِ الصَّلاَةِ، وَاِيْتاَءِ الزَّكاَةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضاَنَ»</p>
<p><em>Sesungguhnya Nabi saw. pernah bersabda</em><em>,</em> “<em>Islam itu dibangun di atas lima perkara: kesaksian bahwa tidak Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; beribadah haji; dan shaum Ramadhan.” </em><strong>(HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).</strong></p>
<p><strong>Shaum wajib Bagi yang Balig dan Berakal </strong></p>
<p>Karena itu, secara pasti shaum merupakan kewajiban setiap Muslim yang telah balig dan berakal. Dalam hal ini, anak-anak dan orang gila tidak wajib untuk berpuasa. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi saw.:</p>
<p dir="rtl">«رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ الصَّبِي حَتَّى يَبْلُغَ وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَفِيْقَ»</p>
<p><em>Telah diangkat pena (taklif hukum) atas tiga orang: dari anak kecil hingga balig; dari orang yang tidur hingga dia bangun; dan dari orang gila hingga ia waras. </em><strong>(HR Abu Dawud).</strong></p>
<p><strong>Wanita Haid dan Nifas Tidak Wajib Puasa</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Wanita haid dan nifas juga tidak wajib berpuasa, karena puasa bagi mereka adalah tidak sah. Jika mereka telah suci dari haid maka mereka wajib meng-<em>qadha’</em> puasa yang ditinggalkannya. Ketentuan ini didasarkan pada hadis penuturan Aisyah ra. yang menyatakan bahwa Nabi saw. pernah bersabda:</p>
<p dir="rtl">«فِي الْحَيْضِ كُنَّا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ»</p>
<p><em>Karena haid, kami telah diperintahkan untuk meng-qadha’ shaum, tetapi kami tidak diperintahkan untuk meng-qadha’ shalat.</em> <strong>(HR Muslim, an-Nasa’i, Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad).</strong></p>
<p><strong>Siapa Yang Diwajibkan Mambayar Fidyah ? </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Siapa saja yang tidak kuasa untuk berpuasa karena suatu kondisi tertentu, seperti orang yang sudah sangat tua/lanjut usia, yang menjadikan shaum baginya sangat berat, lalu orang yang sakit yang penyakitnya tidak mungkin disembuhkan, maka mereka juga tidak wajib untuk berpuasa; tetapi mereka wajib untuk membayar <em>fidyah</em> sebagai gantinya. Ketetapan ini didasarkan pada firman Allah SWT:</p>
<p align="right">وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ</p>
<p><em>Tidaklah Allah menjadikan di dalam agama ini suatu hal yang berat/kesempitan bagi kalian. </em><strong>(QS al-Hajj [22]: 78).</strong></p>
<p>Allah SWT juga berfirman:</p>
<p dir="rtl">وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ</p>
<p><em>Bagi orang-orang yang menanggung beban berat dalam berpuasa, mereka wajib memberikan fidyah, yakni memberi makan orang miskin</em>. <strong>(QS al-Baqarah [2]: 184).</strong></p>
<p>Ada juga hadis penuturan Ibn Abbas bahwa Nabi saw. pernah bersabda:</p>
<p dir="rtl">«وَمَنْ اَدْرَكَهُ الْكِبَرُ فَلَمْ يَسْتَطِعْ صِيَامَ رَمَضاَنَ فَعَلَيْهِ لِكُلِّ يَوْمٍ مُدًّ مِنْ قَمْحٍ»</p>
<p><em>Siapa saja yang telah mencapai usia lanjut, lalu dia tidak kuasa untuk melaksanakan puasa Ramadhan, maka ia wajib untuk mengeluarkan satu mud gandum setiap hari.</em> <strong>(HR al-Baihaqi dan ad-Daruquthni).</strong></p>
<p>Ibn Umar ra. juga menuturkan hadis:</p>
<p dir="rtl">«اِذَا ضَعُفَ عَنِ الصَّوْمِ اَطْعِمْ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مُدًّا»</p>
<p><em>Jika seseorang lemah dalam melaksanakn shaum, hendaknya ia memberikan makan kepada orang miskin satu mud setiap hari. </em><strong>(HR al-Baihaqi dan ad-Daruquthni).</strong><em> </em></p>
<p>Dari Anas ra. juga dikatakan:</p>
<p dir="rtl">«أَنَّهُ ضَعُفَ عَنِ الصَّوْمِ عَامًا قَبْلَ وَفاَتِهِ فَافْطَرَ وَاَطْعَمَ»</p>
<p><em>Ia tidak berdaya untuk melaksanakan shaum sepanjang tahun sebelum wafatnya, lalu ia berbuka dan memberi makan makan orang miskin. </em><strong>(HR ath-Thabrani dan al-Haitasmi).</strong></p>
<p><strong>Siapa Yang diwajibkan Qodho Puasa ? </strong></p>
<p>Jika seseorang tidak kuasa untuk berpuasa karena sakit dan ia khawatir sakitnya bertambah parah, ia juga tidak wajib untuk berpuasa, karena di dalamnya ada rasa berat sehingga dia boleh berbuka. Kemudian, jika dia sembuh maka dia wajib untuk meng-<em>qadha’</em>-nya. Ketentuan ini didasarkan pada firman Allah SWT:</p>
<p align="right">فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ</p>
<p><em>Siapa saja di antara kalian yang sakit, atau dalam perjalanan, maka hendaknya ia mengganti puasanya pada hari yang lain sejumlah yang ditinggalkannya.</em> <strong>(QS al-Baqarah [2]: 184).</strong></p>
<p>Jika seseorang sedang berpuasa, lalu ia jatuh sakit, ia boleh berbuka, karena keadaan sakit memang membolehkan seseorang yang berpuasa untuk berbuka.</p>
<p><strong>Bagaimana Shaum Bagi yang Safar (melakukan Perjalanan ) ?</strong></p>
<p>Sementara itu, berkaitan dengan seorang musafir, jika safar yang dilakukannya tidak mencapai empat <em>barid </em>atau 80 kilometer, ia wajib tetap berpuasa; ia tidak boleh berbuka. Alasannya, karena safar/perjalanan yang menghasilkan adanya <em>rukhshah</em> (keringanan) untuk berbuka adalah safar <em>syar‘i</em> (bukan semata-mata safar, <em>peny</em>.), yakni empat <em>barid</em>, yang setara dengan 80 km. Jika seorang musafir melakukan safar sejauh 80 km atau lebih maka ia boleh untuk tetap berpuasa dan boleh juga berbuka. Ketentuan ini didasarkan pada hadis penuturan Aisyah ra.:</p>
<p dir="rtl">`</p>
<p dir="rtl">«اِنَّ حَمْزَةَ اِبْنِ عَمْرُوْ اْلاَسْلَمِي قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَأَصُوْمُ فِي السَّفَرِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِنْ شِئْتَ فَصُمْ وَاِنْ شِئْتَ فَاَفْطِرْ»</p>
<p><em>Sesungguhnya Hamzah bin Amr al-Islami pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, “Perlukah aku berpuasa di dalam perjalanan?” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Jika engkau mau, berpuasalah. Jika engkau mau, berbukalah.”</em> <strong>(HR al-Bukhari, Muslim, dan Ashab as-Sunan).</strong></p>
<p><strong>Berpuasa Bagi Yang Safar Lebih Utama ? </strong></p>
<p>Bagi musafir yang puasanya tidak menjadikan dirinya merasa berat/sempit maka tetap berpuasa adalah lebih utama. Sebab, Allah SWT telah berfirman:</p>
<p align="right">وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ</p>
<p><em>Berpuasa itu adalah lebih baik bagi kalian. </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 184).</strong></p>
<p>Sebaliknya, jika puasanya ternyata telah membebani dirinya, maka dia lebih utama untuk berbuka. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Jabir ra. sebagai berikut:</p>
<p dir="rtl">«مَرَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ بِرَجُلٍ تَحْتَ شَجَرَةٍ يُرَشُ عَلَيْهِ الْماَءُ فَقَالَ: مَا بَالَ هَذَا؟ قَاُلْوا: صَائِمٌ. فَقَالَ: لَيْسَ مِنَ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِي السَّفَرِ»</p>
<p><em>Dalam sebuah perjalanan Rasulullah saw. pernah melewati seorang laki-laki yang sedang berteduh di bawah pohon sambil menyiramkan air ke tubuhnya. Beliau lalu bertanya, “Mengapa orang ini?” Para Sahabat menjawab, “Dia sedang berpuasa.” Mendengar itu, Beliau kemudian bersabda, “Tidak baik berpuasa dalam perjalanan.” </em><strong>(HR an-Nasa’i).</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagaimana Qodho Wanita Hamil ?</strong></p>
<p>Adapun wanita hamil dan menyusui, mereka boleh untuk berbuka, lalu meng-<em>qadha’</em>-nya di luar bulan Ramadhan, baik karena ia khawatir atas dirinya, khawatir atas dirinya dan bayinya, atau semata-mata khawatir atas bayinya; atau bahkan ia tidak memiliki kekhawatiran apapun. Pasalnya, kebolehan wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa semata-mata didasarkan pada statusnya sebagai wanita hamil dan menyusui, tanpa memandang apakah yang bersangkutan memiliki kekhawatiran ataukah tidak (akan kondisi dirinya dan bayinya, <em>peny</em>.). Ketentuan ini didasarkan pada apa yang telah dikukuhkan oleh hadis Nabi saw. dalam <em>Ash-Shahihayn</em>, sebagaimana dituturkan oleh Anas bin Malik al-Ka‘bi. Ia mengatakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَوْمَ وَشَطْرَ الصَّلاَةِ وَعَنِ الْحاَمِلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ»</p>
<p><em>Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan keringanan bagi musafir dalam shaum dan sebagian shalatnya, sementara keringanan bagi wanita hamil dan menyusui adalah dalam shaumnya.</em> <strong>(HR al-Bukhari dan Muslim).</strong></p>
<p>Hadis di atas tidak memberikan batasan tertentu terkait dengan kebolehan seseorang untuk tidak berpuasa. Hadis tersebut bahkan menyebutkan kebolehan itu secara mutlak bagi wanita hamil dan menyusui, semata-mata karena statusnya sebagai wanita hamil dan menyusui.</p>
<p>Lalu terkait dengan kewajiban wanita hamil dan menyusui untuk meng-<em>qadha’</em> shaum yang ditinggalkannya, hal itu didasarkan pada alasan bahwa mereka memang wajib untuk berpuasa. Ketika mereka memutuskan untuk tidak berpuasa, maka puasa menjadi utang bagi mereka, yang tentu wajib dibayar dengan cara di-<em>qadha’</em>. Ketetapan ini didasarkan pada hadis penuturan Ibn Abbas ra. yang menyatakan:</p>
<p dir="rtl">«اِنَّ اِمْرَأَةً قاَلَتْ: يَارَسُوْلَ اللهِ، اَنِّ اُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ نَذَرٍ، أَفَاَصُوْمُ عَنْهَا؟ فَقاَلَ: اَرَأَيْتَ لَوْكاَنَ عَلَى اُمِّكِ دَيْنٌ فَقَضَيْتِهِ اَكَانَ يُؤَدِّي ذَلِكَ عَنْهَا؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: فَصُوْمِي عَنْ اُمِّكِ»</p>
<p><em>Seorang wanita pernah berkata kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah saw., ibuku telah meninggal, sementara ia masih memiliki kewajiban berpuasa nadzar. Perlukah aku berpuasa untuk membayarkannya?” Rasul menjawab, “Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu memiliki utang, lalu engkau membayarnya, apakah hal itu dapat melunasi utangnya?” Wanita itu menjawab, “Tentu saja.” Rasul lalu bersabda, “Karena itu, berpuasalah engkau untuk membayar utang puasa ibumu.” </em><strong>(HR Muslim).</strong></p>
<p>Kemudian, tidak adanya kewajiban atas wanita hamil dan menyusui untuk membayar <em>fidyah</em>, hal itu karena dalam hal ini memang tidak ada nash yang menunjukkannya.</p>
<p><strong><em>Bagaimana Keharusan merukyat hilal bulan Ramadhan.?</em></strong></p>
<p>Shaum Ramadhan hanya diwajibkan atas kaum Muslim saat sudah terlihat hilal (bulan sabit tanggal 1) bulan Ramadhan. Jika pada saatnya hilal Ramadhan terhalang dari pandangan manusia, maka kaum Muslim wajib menggenapkan bilangan bulan Sya‘ban (menjadi 30 hari), lalu besoknya mereka harus sudah mulai berpuasa. Ketentuan ini didasarkan pada hadis penuturan Ibn Abbas ra. bahwa Nabi saw. pernah bersabda:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَاَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ، فَاِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاَكْمِلُوْا الْعِدَّةَ، وَلاَ تَسْتَقْبِلُوْا الشَّهْرَ اسْتِقْبَالاً»</p>
<p><em>Berpuasalah kalian karena merukyat hilal dan berbukalah kalian (mengakhiri puasa Ramadhan, </em>peny<em>.) juga karena melihat hilal (bulan sabit tanggal 1 Syawal, peny.). </em><em>Jika hilal terhalang dari pandangan kalian maka genapkanlah bilangan bulan Sya‘ban. Janganlah kalian kalian menyambut bulan itu (dengan berpuasa, </em>peny<em>.).</em> <strong>(HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ahmad, dan ad-Darimi).</strong></p>
<p><strong><em>Haruskah Shaum didahului niat ?.</em></strong></p>
<p>Shaum Ramadhan, sebagaimana juga shaum-shaum lainnya, hanya dipandang absah jika didahului dengan niat. Dasarnya adalah sabda Nabi saw.:</p>
<p dir="rtl">«اِنَّمَا اْلاَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ»</p>
<p><em>Sesungguhnya amal ibadah itu bergantung pada niatnya. </em><strong>(HR Muslim). </strong></p>
<p>Niat wajib dilakukan setiap hari selama bulan Ramadhan. Pasalnya, shaum pada masing-masing hari merupakan ibadah yang berdiri sendiri, yang waktunya dimulai dari terbit fajar dan diakhiri saat matahari terbenam. Shaum pada hari ini tidak bisa ikut-ikutan rusak oleh rusaknya puasa pada hari-hari sebelumnya maupun hari-hari sesudahnya. Karena itulah, tidak cukup satu niat untuk berpuasa sebulan penuh. Akan tetapi, niat harus dilakukan setiap hari.</p>
<p><strong>Kapan Niat Dilakukan </strong></p>
<p>Sahum Ramadhan ataupun shaum-shaum wajib lainnya tidak sah dilakukan jika niatnya baru dilakukan siang hari. Niat shaum wajib dilakukan pada malam hari. Ketentuan ini didasarkan pada hadis penuturan Hafshah:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ لَمْ يَبِيْتِ الصِّيَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ»</p>
<p><em>Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda, “Siapa saja yang tidak berniat puasa pada malam hari maka tidak ada puasa baginya.” </em><strong>(HR an-Nasa’i dan ad-Darimi).<em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Niat boleh dilakukan pada bagian malam manapun sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar karena seluruhnya termasuk bagian dari malam hari.</p>
<p><strong>Bagaimana Dengan Niat Shaum Sunnah ?</strong></p>
<p>Adapun niat shaum sunnah boleh dilakukan setelah terbit fajar sebelum matahari tergelincir. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Aisyah ra.:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَصْبَحَ اليَوْمُ، عِنْدَكُمْ شَيْءٌ تُطْعِمُوْنَ؟ فَقَالَتْ: لاَ. فَقَالَ: اِنِّي إِذًا صَائِمٌ»</p>
<p><em>Sesungguhnya Nabi saw. pernah bertanya, “Apakah pagi ini ada sesuatu (makanan) untuk kalian makan?” Aisyah menjawab, “Tidak ada.” Nabi saw. kemudian berkata, “Kalau begitu, aku akan berpuasa saja.” </em><strong>(HR Ahmad).</strong></p>
<p>Niat shaum Ramadhan juga harus ditentukan. Artinya, seseorang yang hendak berpuasa harus menyatakan diri bahwa ia memang berniat untuk shaum Ramadhan pada hari itu, karena ia merupakan bentuk <em>taqarrub</em> kepada Allah yang terkait dengan waktu pelaksanaannya. Hanya saja, niat tidak mesti dinyatakan secara verbal, tetapi cukup dengan adanya maksud di dalam kalbu. Niat juga hanya dianggap sah jika secara pasti dimaksudkan untuk melaksanakan shaum Ramadhan pada hari tertentu karena menentukan niat pada masing-masing hari adalah wajib.</p>
<p><strong><em>Kapan Waktu pelaksanaan shaum?.</em></strong></p>
<p>Waktu pelaksanaan shaum dimulai sejak terbit fajar, yakni fajar <em>shâdiq</em> (waktu subuh) dan diakhiri dengan terbenamnya matahari (saat magrib). Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Umar ra:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِذاَ أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَاهُنَا وَاَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَاهُنَا وَغَابَتِ الشَّمْسُ مِنْ هَاهُنَا فَقَدْ اَفْطَرَ الصَّائِمُ»</p>
<p><em>Sesungguhnya Nabi saw. pernah bersabda, “Jika malam telah datang dari sini, siang telah berakhir dari sini, dan matahari pun sudah tenggelam, maka orang-orang yang berpuasa berbuka saat itu.</em> <strong>(HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad).</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Allah SWT juga berfirman:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p dir="rtl">(وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ<em> </em><em> </em></p>
<p dir="rtl" align="right"><em>Makan dan minumlah kalian hingga jelas bagi kalian putih-hitamnya sang fajar, lalu sempurnakanlah shaum hingga tiba waktu malam.<strong> </strong></em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 187).</strong></p>
<p>Jika seseorang yang sedang berpuasa makan dan minum, sementara dia ingat bahwa dia sedang berpuasa, dan dia pun tahu bahwa makan-minum itu haram saat puasa, maka batallah puasanya, karena ia melakukan perkara yang dilarang dalam puasa tanpa ada uzur.</p>
<p><strong>Bagaimana Meneteskan Obat Ke Dalam Hidung ? </strong></p>
<p>Jika orang yang sedang berpuasa meneteskan obat ke dalam hidung atau memasukkan air ke lubang telinganya hingga sampai ke otaknya, batallah puasanya. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Luqaith bin Shabrah ra. yang menyatakan:</p>
<p dir="rtl">«قُلْتُ: يَارَسُوْلَ اللهِ، اَخْبِرْنِي عَنِ الْوُضُوْءِ. قَالَ: اَسْبِغِ الْوُضُوْءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ اْلاَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي اْلاِسْتِنْشاَقِ اِلاَّ اَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا»</p>
<p><em>Aku berkata, “Wahai Rasulullah saw., beritahulah aku tentang cara berwudhu.” Beliau bersabda, “Sempurnakanlah wudhu, renggangkalah jari-jemari, optimalkanlah menghirup air lewat hidung (ber-istinsyâq), kecuali jika engkau sedang berpuasa.” </em><strong>(HR at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad).</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berkaitan dengan hadis di atas, pemahaman kebalikan (<em>mafhûm mukhâlafah</em>)-nya adalah larangan untuk tidak secara optimal (banyak-banyak) ber-<em>istinsyâq</em> saat berpuasa hingga tidak ada sedikit pun air yang sampai ke otak. Ini berarti, adanya air yang sampai ke otak adalah haram bagi orang yang berpuasa dan membatalkan puasanya. Makan, minum, menghirup sesuatu melalui hidung, dan meneteskan air ke dalam lubang telinga pengertiannya meliputi memasukkan apa saja; baik yang biasa dimakan dan diminum seperti nasi, air, tembakau, dan sejenisnya; ataupun yang biasa diteteskan melalui hidung, telinga, dan sejenisnya. Semua ini membatalkan puasa.</p>
<p><strong>Bagaimana Hubungan Suami Istri Saat Shaum ? </strong></p>
<p>Orang yang sedang berpuasa juga dilarang melakukan hubungan suami-istri. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT:</p>
<p align="right">فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ</p>
<p><em>Sekarang, campurilah mereka. </em><strong>(QS al-Baqarah [2]: 187).</strong><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Ayat ini menunjukkan, bahwa mencampuri istri tidak dibolehkan sebelum sekarang ini, yakni pada siang hari bulan Ramadhan. Apabila yang dicampuri itu kemaluan maka batallah puasa. Jika yang dicampurinya selain kemaluan, atau sekadar mencium tetapi sampai membuat keluar air mani (sperma), maka batal pula puasa seseorang; tetapi jika tidak sampai membuat keluar sperma maka puasanya tidak batal. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Jabir ra. sebagai berikut:</p>
<p dir="rtl">«قَبَلْتُ وَاَنَا صَائِمٌ، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: قَبَلْتُ، وَاَنَا صَائِمٌ. فَقاَلَ: اَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ وَاَنْتَ صَائِمٌ»</p>
<p><em>Aku pernah mencium (istriku) saat sedang berpuasa. Aku lalu menjumpai Nabi saw., kemudian bertanya, “Aku telah mencium (istriku), sementara aku sedang berpuasa.” Rasul saw. lalu bersabda, “Bagaimana pendapatmu jika engkau berkumur pada waktu engkau berpuasa?” </em><strong>(HR Ahmad).</strong><em> </em></p>
<p>Dalam hadis ini. Nabi saw. telah menyerupakan aktivitas <em>mencium</em> dengan <em>berkumur</em>; jika air sampai tertelan, batallah puasa seseorang; sedangkan jika tidak maka puasanya tidak menjadi batal. Demikian pula halnya dengan mencampuri istri pada selain kemaluan atau sekadar menciumnya.</p>
<p><strong>Batalkah Orang Yang Sengaja Muntah ? </strong></p>
<p>Jika seorang yang sedang berpuasa dengan sengaja membuat dirinya muntah maka batallah puasanya. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Abu Hurairah ra.:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اسْتَقَاءَ عَامِدًا فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ، وَمَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ»</p>
<p>Sesungguhnya Nabi saw. pernah bersabda, “Siapa saja yang telah memancing dirinya agar muntah dengan sengaja, ia wajib meng-qadha’ puasanya. Siapa saja yang muntah (tanpa disengaja), ia tidak wajib mengqadha’ puasanya.’” <strong>(HR at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad).</strong></p>
<p><strong>Bagaimana Kalau Lupa ? </strong></p>
<p>Semua hal di atas jika dilakukan/terjadi dengan catatan, yakni jika orang yang berpuasa melakukannya dengan sengaja. Adapun jika ia melakukakannya karena lupa maka puasanya tidak menjadi batal. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Abu Hurairah ra. yang menyatakan bahwa Nabi saw. pernah bersabda:</p>
<p dir="rtl">«مَنْ اَفْطَرَ فِي شَّهْرِ رَمَضَانَ نَاسِيًا فَلاَ قَضاَءَ عَلَيْهِ وَلاَ كَفاَرَةَ»</p>
<p><em>Siapa saja yang berbuka pada bulan Ramadhan karena lupa, ia tidak wajib meng-qadha’ dan tidak wajib pula membayar kafarah.</em> <strong>(HR at-Tirmidzi).</strong></p>
<p>Ketentuan di atas juga dirdasarkan pada hadis riwayat al-Bukhari dari Nabi saw. yang pernah bersabda:</p>
<p dir="rtl">«اِذَا نَسِيَ فَأَكَلَ اَوْشَرَبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَاِنَّمَا اَطْعَمَهُ اللهُ وَسَقَاهُ»</p>
<p><em>Jika seseorang yang sedang berpuasa lupa sehingga dia makan atau minum maka sempurnakanlah (lanjutkanlah) puasanya. Sebab, itu hanyalah kehendak Allah yang (dengan sengaja) telah memberinya makan dan minum. </em><strong>(HR al-Bukhari Muslim, Ibn Majah dan Ahmad).</strong><em> </em></p>
<p><strong><em>Bagaimana Melakukan Hubungan Suami Istri Padahal Sudah Terbit Fajar ?</em></strong></p>
<p>Jika seseorang makan atau melakukan hubungan suami-istri dengan alasan karena dia menduga bahwa fajar belum terbit, padahal ternyata fajar telah terbit, atau ia mengira bahwa matahari telah terbenam, padahal matahari belum terbenam, maka batallah puasanya dan ia wajib meng-<em>qadha’</em>-nya. Ketetapan ini didasarkan pada hadis penuturan Hanzhalah ra. yang mengatakan:</p>
<p dir="rtl">«كُنَّا بِالْمَدِيْنَةِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَفِي السَّمَاءِ شَيْءٌ مِنَ السَّحَابِ. فَظَنَّناَ أَنَّ الشَّمْسَ قَدْ غَابَتْ فَاَفْطَرَ بَعْضُ النَّاسِ فَاَمَرَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَنْ كَانَ قَدْ اَفْطَرَ اَنْ يَصُوْمَ يَوْمًا مَكَانَهُ»</p>
<p><em>Saat kami berada di Madinah pada bulan Ramadhan, ketika langit dalam keadaan berawan, kami mengira matahari telah terbenam. Lalu sebagian orang berbuka. Karena itu, Umar ra. menyuruh agar orang yang terlanjur berbuka untuk berpuasa pada hari lain sebagai penggantinya. </em><strong>(HR al-Baihaqi dan al-Haitsami).</strong><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Ketetapan ini juga didasarkan pada hadis penuturan Hisyam bin Urwah dari Fathimah, istrinya, dari Asma’ yang mengatakan:</p>
<p dir="rtl">«اَفْطَرْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ غَيْمٍ، ثُمَّ طَلَعَتِ الشَّمْسُ. قِيْلَ لِهِشاَمِ: اُمِرُوْا بِالْقَضَاءِ. قَالَ: لاَ بُدَّ مِنْ قَضَاءٍ»</p>
<p><em>Pada masa Rasulullah saw. kami pernah berbuka saat langit dalam keadaan mendung, kemudian matahari masih tampakt. Kepada Hisyam dikatakan, “Mereka disuruh meng-qadha’ puasa.” Dia lalu berkata, “Tentu saja harus meng-qadha’ puasa.” </em><strong>(HR al-Bukhari, Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad).</strong><em> </em></p>
<p><strong>Bagaimana Orang yang Berbuka Tanpa Uzur ? </strong></p>
<p>Siapa saja yang berbuka pada siang hari bulan Ramadhan tanpa uzur, ia wajib meng-<em>qadha’</em> puasanya. Ketentuan ini didasarkan pada sabda Nabi saw.:</p>
<p dir="rtl">«مَنِ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ»</p>
<p><em>Siapa saja yang memancing dirinya agar muntah, ia wajib meng-qadha’-nya. </em><strong>(HR at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad).</strong><em> </em></p>
<p>Nabi saw. juga pernah bersabda:</p>
<p dir="rtl">«فَدَيْنُ اللهِ اَحَقُّ بِالْقَضَاءِ»</p>
<p><em>Utang kepada Allah lebih layak untuk dibayar. </em><strong>(HR Muslim).</strong><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>Bagaimana yang melakukan hubungan suami istri tanpa uzur ?</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Adapun orang yang berbuka karena melakukan hubungan suami-istri tanpa uzur, maka di samping wajib meng-qadha’ puasanya, ia juga wajib membayar <em>kafarah</em>. Pasalnya, Nabi saw. sendiri telah menyuruh orang yang menyetubuhi istrinya pada siang hari bulan Ramadhan agar meng-<em>qadha’</em> puasanya. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Abu Hurairah ra.:</p>
<p dir="rtl">«جَاءَ رَجُلٌ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: هَلَكْتُ، يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: وَمَا اَهْلَكَكَ؟ قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى اِمْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ. فَقَالَ: هَلْ تَجِدُ مَا تَعْتِقُ رَقَبَةً؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَهَلْ تَسْتَطِيْعُ اَنْ تَصُوْمَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ؟ قَالَ: لاَ،.قَالَ: فَهَلْ تَجِدُ ماَ تُطْعِمُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا؟ قَالَ: لاَ. ثُمَّ جَلَسَ فَاَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقِ فِيْهِ تَمَرٌ فَقَالَ: تَصَدَّقْ بِهَذَا. فَقَالَ: أَعَلَى اَفْقَرِ مِنَّا فَمَا بَيْنَ ِلاِبْتِيْهَا اَهْلَ بَيْتِ اَحْوَجَ اِلَيْهِ مِنَّا؟ فَضَحَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ, ثُمَّ قَالَ: اِذْهَبْ فَاَطْعِمْهُ اَهْلَكَ»</p>
<p>Seorang laki-laki pernah menjumpai Nabi saw. Ia lalu berkata, “Celakalah aku, wahai Rasulullah!” Rasul kemudian bertanya, “Apa yang telah mencelakaknmu?” Dia menjawab, “Aku telah bersetubuh dengan istriku saat siang hari pada bulan Ramadhan.” Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki harta yang dapat memerdekakan hamba sahaya?” Dia menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Dia menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki harta yang bisa memberi makan kepada enam puluh orang miskin?” Dia menjawab, “Tidak juga.” Kemudian dia duduk, sementara Nabi saw. datang dengan membawa bakul besar yang penuh dengan kurma. Setelah itu, Nabi saw. bersabda, “Bersedekalah engkau dengan kurma ini!” Namun, orang itu berkata, “Apakah kepada orang yang paling fakir di antara kami? Sungguh, tidak ada di daerah kami penduduk yang lebih membutuhkan kurma ini daripada kami sekeluarga.” Mendengar itu, Nabi saw. tertawa hingga gigi taringnya tampak. Beliau kemudian bersabda, “Kalau begitu, pulanglah. Lalu beri makanlah keluargamu dengan kurma ini!” <strong>(HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad).</strong></p>
<p>Inilah <em>kafarah</em> wajib yang harus ditunaikan oleh orang yang berbuka pada siang hari bulan Ramadhan dengan menggauli istrinya secara sengaja.</p>
<p><strong>Bagaimana Hukum Makan Sahur ?</strong></p>
<p>Orang yang berpuasa disunnahkan untuk makan sahur. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Anas ra.:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَسَحَّرُوْا فَإِنًّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ»</p>
<p>Sesungguhnya Nabi saw. pernah bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam sahur itu terkandung berkah.” <strong>(HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibn Majah, Ahmad dan ad-Darimi).</strong></p>
<p><strong>Apa Sunnah Berbuka ?</strong></p>
<p>Orang yang berpuasa juga disunnahkan berbuka dengan makan kurma. Jika kurma tidak ada, ia disunnahkan berbuka dengan minum air. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Salman bin Amir yang mengatakan:</p>
<p dir="rtl">«قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِذَا اَفْطَرَ اَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمَرٍ فَاِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ فَاِنَّهُ طَهُوْرٌ»</p>
<p>Rasulullah saw. pernah bersabda, “Jika seseorang di antara kalian berbuka, berbukalah dengan kurma; jika ia tidak mendapatkannya, berbukalah dengan air karena air itu suci.” <strong>(HR at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad dan ad-Darimi).</strong></p>
<p><strong>Bagaimana Sunnah Doa Berbuka ? </strong></p>
<p>Selanjutnya, saat berbuka puasa seseorang disunnahkan untuk membaca doa berikut:</p>
<p dir="rtl">«اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ»</p>
<p>Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan berkat rezeki-Mu aku berbuka.</p>
<p>Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Abu Hurairah ra. yang mengatakan:</p>
<p dir="rtl">«كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَذَا صَامَ ثُمَّ اَفْطَرَ قَالَ: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ»</p>
<p>Rasulullah saw. itu, jika berpuasa, lalu berbuka, Beliau biasa mengucapkan, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan berkat rezeki-Mu aku berbuka.” <strong>(HR Abu Dawud).</strong></p>
<p>Orang yang berpuasa Ramadhan juga disunnahkan untuk menyambung puasanya dengan puasa enam hari pada bulan Syawal. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Abu Ayyub ra. berikut:</p>
<p dir="rtl">«قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ اَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَالٍ كَانَ كَصِياَمِ الدَّهْرِ»</p>
<p>Rasulullah saw. pernah bersabda, “Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian menyambungnya dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti telah berpuasa sepanjang tahun. <strong>(HR Muslim).</strong></p>
<p>Pada hari Arafah, selain jamaah haji disunnahkan berpuasa. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Abu Qatadah ra.:</p>
<p dir="rtl">«قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَوْمُ عَاشُوْرَاءَ كَفاَرَةُ سَنَةٍ وَصَوْمُ يَوْمَ عَرَفَةٍ كَفَارَةُ سَنَتَيْنِ سَنَةٌ قَبْلَهَا مَاضِيَةً وَسَنَةٌ بَعْدَهَا مُسْتَقْبَلَةً»</p>
<p>Rasulullah saw. pernah bersabda, “Puasa Asyura adalah kafarah (dari dosa) satu tahun. Puasa Arafah adalah kafarah (dari dosa) dua tahun; satu tahun sebelumnya dan satu tahun berikutnya.” <strong>(HR Ahmad).</strong></p>
<p>Puasa Asyura disunnahkan berdasarkan hadis Abu Qatadah di atas. Disunnahkan pula puasa pada hari sebelum Asyura, yakni tanggal sembilan Muharram. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Ibnu Abbas ra.:</p>
<p dir="rtl">«قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَئِنْ بَقَيْتُ اِلَى قَابِلٍ َلأَصُوْمَنَّ الْيَوْمَ التَّاسِعَ»</p>
<p>Rasulullah saw. pernah bersabda, “Andai aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan (bulan Muharram). <strong>(HR Ibn Majah dan Ahmad).</strong></p>
<p>Dalam hadis riwayat Muslim, hadis di atas ditambah dengan kalimat berikut:</p>
<p dir="rtl">«فَلَمْ يَأْتِ الْعَامَ الْمُقْبِلَ حَتَّى تُوُفِيَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»</p>
<p>Tahun depan belum juga tiba, Rasulullah saw. telah terlebih dulu wafat. <strong>(HR Muslim).</strong></p>
<p>Hari Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram dan hari Tasu’a’ adalah hari kesembilan dari bulan tersebut.</p>
<p>Disunnahkan pula untuk berpuasa pada hari-hari putih (<em>al-baydh</em>), yakni puasa tiga hari pada tiap-tiap bulan. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Abu Hurairah ra. sebagai berikut:</p>
<p dir="rtl">«اَوْصَانِي خَلِيْلِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ اَيَّامٍ كُلَّ شَهْرٍ»</p>
<p>Kekasihku (Rasulullah) saw. pernah berwasiat kepadaku agar berpuasa tiga hari pada setiap bulan. <strong>(HR Muslim, an-Nasa’i, Abu Dawud dan Ahmad).</strong></p>
<p>Puasa tiga hari ini boleh dilakukan pada hari apa saja tanpa harus ditentukan. Hanya saja, yang dianggap utama adalah pada tanggal 13, 14 dan 15. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Abu Dzarr ra.:</p>
<p dir="rtl">«قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثًا، فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَاَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشَرَةَ»</p>
<p>Rasulullah saw pernah bersabda, “Jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” <strong>(HR at-Tirmidzi dan Ahmad).</strong></p>
<p>Ketetapan di atas juga didasarkan pada hadis penuturan Jarir bin Abdillah dari Nabi saw. yang pernah bersabda:</p>
<p dir="rtl">«صِيَامُ ثَلاَثَةِ اَيَّامٍ مِِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ، اَيَّامُ البَيْضِ، ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَاَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ»</p>
<p>Puasa tiga hari pada setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun, yakni puasa hari-hari putih, adalah: tanggal 13, 14, dan 15. <strong>(HR Muslim, an-Nasa’i, Ahmad dan ad-Darimi).</strong></p>
<p>Disunnahkan pula untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Hal ini didasarkan pada hadis penuturan Aisyah ra. yang mengatakan:</p>
<p dir="rtl">«اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ اْلاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ»</p>
<p>Sesungguhnya Nabi saw. telah memilih waktu untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis. <strong>(HR at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ahmad).</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<hr /><strong>Sumber : </strong><em>Ahkâm ash-Shalâh</em>. Mesir: Dar an-Nahdhah al-Islamiyyah, Cet. 1, 1991, Karya al-Ustadz Ali Ragib, Guru Besar Universitas al-Azhar asy-Syaried Kairo, Mesir.<br />
<h3>Tulisan terkait</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan/" title="Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan">Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/ramadhan-dengan-siaran-ideologis-dari-hti/" title="Ramadhan dengan Siaran Ideologis dari HTI">Ramadhan dengan Siaran Ideologis dari HTI</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Fhukum-hukum-seputar-ibadah-shaum%2F&amp;linkname=Hukum-Hukum%20Seputar%20Ibadah%20Shaum"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/hukum-hukum-seputar-ibadah-shaum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Hari Pertama Ramadhan</title>
		<link>http://muttaqin.info/doa-hari-pertama-ramadhan/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/doa-hari-pertama-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 22:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Do'a Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://halaqah-online.com/v3/images/stories/doa.bmp" align="left" width="90"/>Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dan tidunya orang-orang yang lalai... ... ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>DOA RAMADHAN</pre>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><img src="http://halaqah-online.com/v3/images/stories/doa.bmp" align="center"/></p>
<p><em>Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dan tidunya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku &#8230; Wahai Tuhan sekalian alam!!</em></p>
<p><em>Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.</em></p></blockquote>
<h3>Tulisan terkait</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/doa-hari-kedelapan-ramadhan/" title="Doa Hari Kedelapan Ramadhan">Doa Hari Kedelapan Ramadhan</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Fdoa-hari-pertama-ramadhan%2F&amp;linkname=Doa%20Hari%20Pertama%20Ramadhan"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/doa-hari-pertama-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan</title>
		<link>http://muttaqin.info/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 01:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" title="Marhaban ya Ramadhan" src="http://abudira.files.wordpress.com/2008/08/ramadhan1.jpg?w=441&#38;h=361" alt="" width="90" />Berikut ini wasiat Baginda Rasulullah saw. pada malam terakhir bulan Sya’ban, dalam khutbah Beliau saat menyambut datangnya bulan Ramadhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>RAMADHAN</pre>
<p><img class="alignnone" title="Marhaban ya Ramadhan" src="http://abudira.files.wordpress.com/2008/08/ramadhan1.jpg?w=441&amp;h=361" alt="" width="441" height="361" /></p>
<p><em>Berikut ini wasiat Baginda Rasulullah saw. pada malam terakhir bulan Sya’ban, dalam khutbah Beliau saat menyambut datangnya bulan Ramadhan: </em></p>
<p><strong><br />
Wahai manusia! </strong></p>
<p>Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah; bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya paling utama. Malam-malamnya paling utama. Jam demi jamnya paling utama. Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.</p>
<p>Pada bulan ini nafas-nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal-amal kalian diterima dan doa-doa kalian diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Tuhan kalian, dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Dia membimbing kalian untuk melakukan shaum dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan agung ini…</p>
<p>Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tua. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jagalah lidah. Tahanlah pandangan dari apa yang tidak halal kalian pandang. Peliharalah pendengaran dari apa yang tidak halal kalian dengar…</p>
<p>Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosa. Angkatlah tangan-tangan kalian untuk berdoa pada waktu shalat. Itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.</p>
<p>Wahai manusia!</p>
<p>Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian. Karena itu, bebaskanlah dengan istigfar. Punggung-punggung kalian berat karena beban (dosa). Karena itu, ringankanlah dengan memperpanjang sujud.</p>
<p>Ketahuilah! Allah Swt. bersumpah dengan segala kebesaran-Nya, bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan-Nya.<br />
<strong>Wahai manusia! </strong></p>
<p>Siapa saja di antara kalian memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa pada bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu…</p>
<p>Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.<br />
<strong>Wahai manusia! </strong></p>
<p>Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, ia akan berhasil melewati <em>sirâth al-mustaqîm</em> pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang menyambungkan tali silaturahmi pada bulan ini, Allah akan menghubungkannya dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.</p>
<p>Siapa saja yang melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Siapa saja yang melakukan shalat fardhu, baginya pahala seperti melakukan 70 shalat fardhu pada bulan lain. Siapa saja yang memperbanyak shalawat kepadaku padai bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Siapa saja pada bulan ini membaca satu ayat al-Quran, pahalanya sama seperti mengkhatamkan al-Quran pada bulan-bulan yang lain.<br />
<strong>Wahai manusia! </strong></p>
<p>Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagi kalian. Karena itu, mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak pernah menutupkannya bagi kalian. Sesungguhnya pintu-pintu neraka tertutup. Karena itu, mohonlah kepada Tuhan kalian untuk tidak akan pernah membukakannya bagi kalian. Sesungguhnya setan-setan terbelenggu. Karena itu, mintalah agar mereka tak lagi pernah menguasai kalian…<br />
<strong>Wahai manusia! </strong></p>
<p>Sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan <em>qiyâm</em> pada malam harinya suatu <em>tathawwu</em>’.</p>
<p>Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu amal kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.</p>
<p>Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin di dalamnya.</p>
<p>Siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang…</p>
<p>Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya, niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.</p>
<p>Karena itu, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian; dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampunan kepada-Nya. Dua perkara yang sangat kalian butuhkan ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.</p>
<p>Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Nya, dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. <strong>[HR Ibnu Khuzaimah]</strong></p>
<p>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/08/21/menyambut-ramadhan/<br />
<h3>Tulisan terkait</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/hukum-hukum-seputar-ibadah-shaum/" title="Hukum-Hukum Seputar Ibadah Shaum">Hukum-Hukum Seputar Ibadah Shaum</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/ramadhan-dengan-siaran-ideologis-dari-hti/" title="Ramadhan dengan Siaran Ideologis dari HTI">Ramadhan dengan Siaran Ideologis dari HTI</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Fkhutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan%2F&amp;linkname=Khutbah%20Rasulullah%20SAW%20Menyambut%20Ramadhan"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengumuman 1 Ramadhan 1430 H</title>
		<link>http://muttaqin.info/pengumuman-1-ramadhan-1430/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/pengumuman-1-ramadhan-1430/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 21:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://khilafah.com/images/resized/images/stories/Islamic%20Images/48909058_295_184.jpg" align="left" width="90"/>Setelah mencari Hilal Ramadhan Mubarak pada malam ini, yaitu malam Jum'at, maka ru'yat Hilal secara syar'i tidak ditemukan, sehingga besok bilangan Sya'ban digenapkan, dan lusa, hari Sabtu adalah 1 Ramadhan Mubarak 1430 H.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>RAMADHAN</pre>
<p><img class="alignnone" title="Awal Ramadhan" src="http://khilafah.com/images/resized/images/stories/Islamic%20Images/48909058_295_184.jpg" alt="" width="295" height="184" /></p>
<p>Pengumuman Awal Ramadhan dari Hizbut Tahrir:</p>
<p style="text-align: left;">
<p align="right">
﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ﴾<br />
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، ومن تبعه فترسم خطاه؛ فجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته والأحكام الشرعية مقياسا لأعماله ومصدرا لأحكامه أما بعد،</p>
<p align="left">
Imam Bukhari telah mengeluarkan dalam kitab Shahih-nya melalui jalur Muhammad bin Ziyah, berkata: Aku mendengar Abu Hurairah ra berkata: Nabi SAW bersabda: Berkata Abu Qasim, Muhammad SAW:</p>
<p align="right">
صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غـبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين.</p>
<p align="left">
&#8220;Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah kalian karena melihat hilal. Jika penglihatan kalian diselimuti mendung, maka sempurnakanlah hitungan Sya&#8217;ban menjadi 30 hari.&#8221;</p>
<p align="left">
Setelah mencari Hilal Ramadhan Mubarak pada malam ini, yaitu malam Jum&#8217;at, maka ru&#8217;yat Hilal secara syar&#8217;i tidak ditemukan, sehingga besok bilangan Sya&#8217;ban digenapkan, dan lusa, hari Sabtu adalah 1 Ramadhan Mubarak 1430 H.</p>
<p align="left">
Dalam kesempatan ini, Amir Hizbut Tahrir, al-&#8217;Alim al-Jalil &#8216;Atha&#8217; bin Khalil Abu Rusytah, semoga Allah senantiasa menjaganya, mengucapkan selamat kepada umat Islam atas datangnya bulan Ramadhan Mubarak. Beliau memohon kepada Allah agar Dia memberikan pertolongan kepada umat ini dengan pertolongan yang mulia dan memenangkan. Sehingga Islam bisa diterapkan sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhan semesta alam. Islam juga bisa diemban ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad, sehingga bisa membebaskan manusia dari kegelapan Kufur menuju cahaya Islam. Amir, semoga Allah membimbing langkahnya, memohon kepada Allah agar Khalifah sendirilah yang akan menyampaikan sambutan Ramadhan pada tahun depan, dengan izin Allah. Ketika itulah, hati orang-orang Mukmin akan berbahagia atas pertolongan Allah.</p>
<p align="right">
﴿وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ﴾</p>
<p align="left">
Demikian juga, direktur Kantor Penerangan Pusat Hizbut Tahrir dan seluruh staf mengucapkan selamat kepada Amir Hizbut Tahrir yang mulia, dan seluruh kaum Muslim atas datangnya bulan yang agung ini. Dengan memohon kepada Allah SWT agar menjadi kita termasuk orang-orang yang terbebaskan (dari segala dosa) dalam bulan ampunan dan kebaikan ini. Kami juga memohon kepada Allah SWT agar mengantarkan kami pada malam Lailatul Qadar, dan memuliakan kami dengan dengan pahalanya yang agung.<br />
Ya Allah, Tuhan langit dan bumi, muliakanlah kami dengan bai&#8217;at kepada Khalifah kaum Muslim dalam naungan Khilafah Rasyidah kedua. Allahumma Amin.</p>
<p align="left">
Wassalam</p>
<p align="left">
Malam Sya&#8217;ban yang digenapkan, tahun 1430 H</p>
<h3>Random Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/bankir-musuh-perekonomian/" title="Apakah Bankir Musuh Perekonomian?">Apakah Bankir Musuh Perekonomian?</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/tiga-syarat-tegaknya-khilafah/" title="Tiga Syarat Tegaknya Khilafah">Tiga Syarat Tegaknya Khilafah</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/ternyata-konferensi-ekonomi-islam-pun-dianggap-musuh/" title="Ternyata Konferensi Ekonomi Islam pun Dianggap Musuh">Ternyata Konferensi Ekonomi Islam pun Dianggap Musuh</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/american-imperialism-timeline-part-1/" title="American Imperialism timeline &#8211; Part 1">American Imperialism timeline &#8211; Part 1</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/jati-diri-bangsa-nyata-atau-khayal/" title="Jati Diri Bangsa, Nyata atau Khayal?">Jati Diri Bangsa, Nyata atau Khayal?</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/al-waie-terbaru-ulama-dunia-bersatu-perjuangkan-khilafah/" title="Al-Waie Terbaru: Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah">Al-Waie Terbaru: Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/tiga-perkara-untuk-mendapatkan-nikmat-manisnya-iman/" title="Tiga Perkara untuk Mendapatkan Nikmat Manisnya Iman">Tiga Perkara untuk Mendapatkan Nikmat Manisnya Iman</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/fossei-open-house-dan-shariah-economic-course/" title="FoSSEI OPEN HOUSE dan Shariah Economic Course">FoSSEI OPEN HOUSE dan Shariah Economic Course</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/lisensi-membunuh-umat-islam/" title="Lisensi Membunuh Umat Islam?">Lisensi Membunuh Umat Islam?</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/dari-mana-harta-anda-diperoleh-dan-untuk-apa-dipergunakan/" title="Dari Mana Harta Anda Diperoleh dan untuk Apa Dipergunakan?">Dari Mana Harta Anda Diperoleh dan untuk Apa Dipergunakan?</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Fpengumuman-1-ramadhan-1430%2F&amp;linkname=Pengumuman%201%20Ramadhan%201430%20H"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/pengumuman-1-ramadhan-1430/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan dengan Siaran Ideologis dari HTI</title>
		<link>http://muttaqin.info/ramadhan-dengan-siaran-ideologis-dari-hti/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/ramadhan-dengan-siaran-ideologis-dari-hti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 10:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[HTI Channel]]></category>
		<category><![CDATA[Live Streaming]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" title="icon_radio" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/08/icon_radio3.png" alt="" width="150" />Alhamdulillah mulai hari ini (Kamis, 20 Agustus 2009) Hizbut Tahrir Indonesia meluncurkan Radio Online (bahasa Indonesia) HTI Channel. Launching HTI Channel bertepatan dengan agenda Halaqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-12 yang mengangkat topik Mencari Dalang Terorisme di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><strong>HTI CHANNEL</strong></pre>
<p>Alhamdulillah<strong> </strong>mulai hari ini (Kamis, 20 Agustus 2009) Hizbut Tahrir Indonesia meluncurkan Radio Online (bahasa Indonesia) <strong>HTI Channel</strong>. <em>Launching</em> <strong>HTI Channel </strong>bertepatan dengan agenda Halaqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-12 yang mengangkat topik <strong>Mencari Dalang Terorisme</strong> di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta.</p>
<p>Dalam rangka menyambut bulan ramadhan, <strong>HTI Channel </strong>dapat kita dengarkan selama 24 jam dengan konten-konten ideologis yang membangkitkan pemikiran umat. Ini sangat berguna untuk kita dalam mengupgrade tsaqofah dan mengetahui fakta-fakta yang biasanya tidak diungkap dalam media sekuler. Ini juga sangat bermanfaat bagi kita yang memerlukan referensi untuk mengisi ceramah dan kultum di bulan Ramadhan.</p>
<p>Untuk dapat mendengarkan <strong>HTI Channel</strong>, kita dapat mengaksesnya melalui <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/hti-channel/" target="_blank">situs HTI</a>. Blog saya, <strong>Jurnal Muttaqin</strong> juga merelai <strong>HTI Channel</strong> sehingga siaran radio streamingnya juga bisa diakses melalui halaman ini. [JURNAL MUTTAQIN | www.blog.muttaqin.info]</p>
<hr /><img title="icon_radio" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/08/icon_radio3.png" alt="" width="348" /></p>
<p><object id="MediaPlayer1" classid="clsid:6bf52a52-394a-11d3-b153-00c04f79faa6" width="181" height="46" codebase="http://activex.microsoft.com/activex/controls/mplayer/en/nsmp2inf.cab#Version=5,1,52,701"><param name="fileName" value="http://hizbut-tahrir.or.id:8000/" /><param name="animationatStart" value="true" /><param name="transparentatStart" value="true" /><param name="autoStart" value="true" /><param name="showControls" value="true" /><param name="Volume" value="-300" /><param name="name" value="MediaPlayer1" /><param name="url" value="http://hizbut-tahrir.or.id:8000/" /><param name="src" value="http://hizbut-tahrir.or.id:8000/" /><embed id="MediaPlayer1" type="application/x-mplayer2" width="181" height="46" src="http://hizbut-tahrir.or.id:8000/" url="http://hizbut-tahrir.or.id:8000/" name="MediaPlayer1" volume="-300" showcontrols="true" autostart="true" transparentatstart="true" animationatstart="true" filename="http://hizbut-tahrir.or.id:8000/"></embed></object></p>
<p style="text-align: left;">Bila tidak hidup, anda bisa menjalankan dengan WinAmp atau Player lain, klik <a href="http://radio.hizbut-tahrir.or.id/radio_hti.m3u"><strong>di sini</strong></a></p>
<p style="text-align: left;">Buka <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/hti-channel/" target="_blank">halaman situs Hizbut Tahrir Indonesia</a></p>
<h3>Tulisan terkait</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/hukum-hukum-seputar-ibadah-shaum/" title="Hukum-Hukum Seputar Ibadah Shaum">Hukum-Hukum Seputar Ibadah Shaum</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan/" title="Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan">Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Framadhan-dengan-siaran-ideologis-dari-hti%2F&amp;linkname=Ramadhan%20dengan%20Siaran%20Ideologis%20dari%20HTI"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/ramadhan-dengan-siaran-ideologis-dari-hti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://radio.hizbut-tahrir.or.id/radio_hti.m3u" length="84" type="audio/x-mpegurl" />
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia tidak Punya Musuh?</title>
		<link>http://muttaqin.info/indonesia-tidak-punya-musuh/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/indonesia-tidak-punya-musuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 01:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Musuh Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignleft size-full wp-image-128" title="indonesia" src="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/indonesia.jpeg" alt="indonesia" width="135" height="92" />Dalam Rapat Paripurna DPR RI Jumat (14/8), Presiden SBY menyampaikan bahwa Indonesia tidak memiliki musuh dan tidak pula ada negara yang memusuhi Indonesia.  "Indonesia saat ini menghadapi lingkungan strategis baru yang unik. Untuk pertama kalinya tidak ada negara yang kita anggap musuh, dan tidak ada negara yang memusuhi Indonesia," kata Presiden sebagaimana dipetik AntaraNews.com.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>INDONESIA</pre>
<p><a href="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/indonesia.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-128" title="indonesia" src="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/indonesia.jpeg" alt="indonesia" width="135" height="92" /></a>Dalam Rapat Paripurna DPR RI Jumat (14/8), Presiden SBY menyampaikan bahwa Indonesia tidak memiliki musuh dan tidak pula ada negara yang memusuhi Indonesia.  <em>&#8220;Indonesia saat ini menghadapi lingkungan strategis baru yang unik. Untuk pertama kalinya tidak ada negara yang kita anggap musuh, dan tidak ada negara yang memusuhi Indonesia,&#8221;</em> kata Presiden sebagaimana dipetik AntaraNews.com.</p>
<p>Presiden juga menyatakan Indonesia akan terus berkontribusi dalam menciptakan tatanan dunia yang aman, adil dan sejahtera dengan menjalankan diplomasi bebas aktif secara total dan konsekuen. SBY memberikan contoh, Indonesia terus membantu perjuangan bangsa Palestina untuk mewujudkan cita-citanya menjadi negara yang merdeka, berdaulat dan utuh.</p>
<p>Menurut saya, pandangan presiden tersebut bertolak belakang dengan realitas politik global. Tidak mungkin tidak ada negara yang tidak memusuhi Indonesia. Posisi wilayah yang strategis dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, ditambah dengan jumlah pendudukan yang sangat besar dan mayoritas muslim menyebabkan Indonesia selalu berada dalam incaran asing, khususnya negara-negara imperialis seperti Amerika Serikat.</p>
<p>Contoh yang lain adalah apakah Indonesia tidak memusuhi agreasi dan penjajahan Israel atas Palestina jika presiden menganggap tidak ada negara yang menjadi musuh Indonesia?</p>
<p>Bagaimana pendapat anda? [JURNAL MUTTAQIN --&gt; http://blog.muttaqin.info]<br />
<h3>Random Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/tiga-perkara-untuk-mendapatkan-nikmat-manisnya-iman/" title="Tiga Perkara untuk Mendapatkan Nikmat Manisnya Iman">Tiga Perkara untuk Mendapatkan Nikmat Manisnya Iman</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/ramadhan-dengan-siaran-ideologis-dari-hti/" title="Ramadhan dengan Siaran Ideologis dari HTI">Ramadhan dengan Siaran Ideologis dari HTI</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/american-imperialism-timeline-part-1/" title="American Imperialism timeline &#8211; Part 1">American Imperialism timeline &#8211; Part 1</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/jati-diri-bangsa-nyata-atau-khayal/" title="Jati Diri Bangsa, Nyata atau Khayal?">Jati Diri Bangsa, Nyata atau Khayal?</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/al-waie-terbaru-ulama-dunia-bersatu-perjuangkan-khilafah/" title="Al-Waie Terbaru: Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah">Al-Waie Terbaru: Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/akhirnya-ketua-jurusan-yang-baru/" title="Akhirnya Ketua Jurusan yang Baru &#8230;">Akhirnya Ketua Jurusan yang Baru &#8230;</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/pengumuman-1-ramadhan-1430/" title="Pengumuman 1 Ramadhan 1430 H">Pengumuman 1 Ramadhan 1430 H</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/surat-untuk-komprador/" title="Surat untuk Komprador">Surat untuk Komprador</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/smart-muslim-apa-itu/" title="Smart Muslim, Apa itu?">Smart Muslim, Apa itu?</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/di-balik-terorisme-ada-benturan-peradaban/" title="Di Balik Terorisme Ada Benturan Peradaban">Di Balik Terorisme Ada Benturan Peradaban</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Findonesia-tidak-punya-musuh%2F&amp;linkname=Indonesia%20tidak%20Punya%20Musuh%3F"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/indonesia-tidak-punya-musuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Syarat Tegaknya Khilafah</title>
		<link>http://muttaqin.info/tiga-syarat-tegaknya-khilafah/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/tiga-syarat-tegaknya-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 04:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[TIPS]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Syarat Tegaknya Khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignleft size-full wp-image-115" style="border: 1px solid black; margin: 2px;" title="khilafah-disalindari-maalimfitariqwordpress" src="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/khilafah-disalindari-maalimfitariqwordpress.jpeg" alt="khilafah-disalindari-maalimfitariqwordpress" width="99" height="160" />Di Indonesia pada bulan 28 Rajab lalu diselenggarakan Muktamar Ulama Nasional (MUN) yang dihadiri kurang lebih 7000 ulama. Spirit yang menggema dalam acara tersebut adalah Saatnya Ulama Bersatu Menegakkan Khilafah. Karena itu wajib kita ketahui syarat apa yang menjadi faktor fundamental tegaknya Khilafah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/khilafah-disalindari-maalimfitariqwordpress.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-115" style="border: 1px solid black; margin: 2px;" title="khilafah-disalindari-maalimfitariqwordpress" src="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/khilafah-disalindari-maalimfitariqwordpress.jpeg" alt="khilafah-disalindari-maalimfitariqwordpress" width="99" height="250" /></a>Dakwah membangun kesadaran umat untuk menegakkan Khilafah sebagai metode menyelesaikan problem dunia Islam semakin mendapatkan tempat di seluruh dunia.</p>
<p>Di Indonesia pada bulan 28 Rajab lalu diselenggarakan Muktamar Ulama Nasional (MUN) yang dihadiri kurang lebih 7000 ulama. Spirit yang menggema dalam acara tersebut adalah <strong>Saatnya Ulama Bersatu Menegakkan Khilafah</strong>.</p>
<p>Nah&#8230; jika ulama sudah mulai merapat barisan untuk mengembalikan sistem Islam di tengah-tengah umat, maka optimisme tentu semakin semakin besar. Untuk itu, wajib kita ketahui syarat apa yang menjadi faktor fundamental tegaknya Khilafah.</p>
<p>Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ustadz Ismail Yusanto dalam wawancaranya dengan redaksi al-Waie menegaskan tiga syarat untuk menegakkan Khilafah. Yaitu:</p>
<ol>
<li>
<h3><span style="color: #003366;"><strong>Adanya person yang </strong>memiliki otoritas (kewenangan) sebagai khalifah</span></h3>
</li>
<li>
<h3><span style="color: #003366;">Adanya wilayah sebagai tempat otoritas dijalankan</span></h3>
</li>
<li>
<h3><span style="color: #003366;">Dan adanya dukungan rakyat </span></h3>
</li>
</ol>
<p>Menurut Ustadz Ismail, ketiga syarat tersebut harus ada sekaligus (bersamaan). Tanpa tiga hal ini, tidak mungkin Khilafah bisa tegak.</p>
<p>Karena itu beliau menekankan tiga syarat tersebut harus diperjuangkan, terutama syarat kedua dan ketiga. Intinya, untuk mencapai ketiga syarat tersebut, dakwah kepada umat dan tokoh berpengaruh harus terus diupayakan dengan penuh kesabaran agar mereka memberikan dukungan untuk itu. [JURNAL MUTTAQIN --> http://blog.muttaqin.info]<br />
<h3>Tulisan terkait</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/al-waie-terbaru-ulama-dunia-bersatu-perjuangkan-khilafah/" title="Al-Waie Terbaru: Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah">Al-Waie Terbaru: Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Ftiga-syarat-tegaknya-khilafah%2F&amp;linkname=Tiga%20Syarat%20Tegaknya%20Khilafah"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/tiga-syarat-tegaknya-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Waie Terbaru: Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah</title>
		<link>http://muttaqin.info/al-waie-terbaru-ulama-dunia-bersatu-perjuangkan-khilafah/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/al-waie-terbaru-ulama-dunia-bersatu-perjuangkan-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[al-Waie]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignleft size-medium wp-image-108" title="al-waie-agustus-09-ulama-bersatu-tegakkan-khilafah" src="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/al-waie-agustus-09-ulama-bersatu-tegakkan-khilafah-300x225.jpg" alt="al-waie-agustus-09-ulama-bersatu-tegakkan-khilafah" width="300" height="150" />Alhamdulillah, media politik dan dakwah yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Edisi kali al-Waie menurunkan topik khusus Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah. Topik ini diangkat dari penyelenggaraan Muktamar Ulama Nasional pada 28 Rajab 1430 H (21 Juli 2009) di Istora Senayan Jakarta.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/al-waie-agustus-09-ulama-bersatu-tegakkan-khilafah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-108" title="al-waie-agustus-09-ulama-bersatu-tegakkan-khilafah" src="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/al-waie-agustus-09-ulama-bersatu-tegakkan-khilafah-300x225.jpg" alt="al-waie-agustus-09-ulama-bersatu-tegakkan-khilafah" width="300" height="225" /></a>Alhamdulillah, media politik dan dakwah yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Edisi kali al-Waie menurunkan topik khusus <strong>Ulama Dunia Bersatu Perjuangkan Khilafah</strong>. Topik ini diangkat dari penyelenggaraan Muktamar Ulama Nasional pada 28 Rajab 1430 H (21 Juli 2009) di Istora Senayan Jakarta.</p>
<p>Headlines al-Waie bulan ini antara lain (1) <strong>Ulama: <em>Garda Terdepan Penegakkan Syariah di Indonesia</em></strong>, (2) <strong>Ulama Empat Mazhab Mewajibkan Khilafah</strong>, dan (3) <strong>Wawancara dengan Ustadz Ismail Yusanto: <em>Menegakkan Khilafah Perlu Tigas Syarat</em></strong>.</p>
<p>Di samping 3 headlines tersebut, rubrik Fokus al-Waie juga mengangkat topik <strong>Derita Umat, Penyebab dan Solusinya</strong> yang ditulis oleh ulama dari Pakistan, Ahmad Jan, dan <strong>Dunia Islam Harus Bangkit</strong> yang ditulis oleh Syaikh Syahi Mirdan, ulama dari Turki.</p>
<p>Dalam rubrik Analisis, topik yang diangkat adalah <strong>Kewajiban Menegakkan Syariah</strong>. Masih banyak topik-topik menarik lainnya yang sifat kontennya memberikan pencerahan dan membangkitkan pemikiran umat.</p>
<p>Oke deh, jika tertarik silahkan baca. Versi digital al-Waie juga bisa diperoleh di situs Hizbut Tahrir Indonesia, http://www.hizbut-tahrir.or.id [JURNAL MUTTAQIN --> http://blog.muttaqin.info]<br />
<h3>Tulisan terkait</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/tiga-syarat-tegaknya-khilafah/" title="Tiga Syarat Tegaknya Khilafah">Tiga Syarat Tegaknya Khilafah</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Fal-waie-terbaru-ulama-dunia-bersatu-perjuangkan-khilafah%2F&amp;linkname=Al-Waie%20Terbaru%3A%20Ulama%20Dunia%20Bersatu%20Perjuangkan%20Khilafah"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/al-waie-terbaru-ulama-dunia-bersatu-perjuangkan-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Perkara untuk Mendapatkan Nikmat Manisnya Iman</title>
		<link>http://muttaqin.info/tiga-perkara-untuk-mendapatkan-nikmat-manisnya-iman/</link>
		<comments>http://muttaqin.info/tiga-perkara-untuk-mendapatkan-nikmat-manisnya-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 00:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[TIPS]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.muttaqin.info/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[<img align="left" style="border: 1px solid black; margin: 3px;" title="nikmat-iman" src="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/nikmat-iman.JPG" alt="nikmat-iman" width="200" height="205" />Keimanan merupakan nikmat terbesar bagi manusia. Keimanan merupakan jalan menuju keselamatan hidup dunia dan akhirat. Keimanan adalah modal dasar untuk menerapkan sistem Islam yang menjadi solusi atas permasalahan dunia. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW menyebutkan tiga perkara yang harus dilakukan seorang Muslim untuk mendapat manisnya iman.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Tiga Perkara Manisnya Iman" href="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/nikmat-iman.JPG"><img class="alignleft size-full wp-image-105" style="border: 1px solid black; margin: 3px;" title="nikmat-iman" src="http://blog.muttaqin.info/wp-content/uploads/2009/08/nikmat-iman.JPG" alt="nikmat-iman" width="284" height="291" /></a>Keimanan merupakan nikmat terbesar bagi manusia. Keimanan merupakan jalan menuju keselamatan hidup dunia dan akhirat. Keimanan adalah modal dasar untuk menerapkan sistem Islam yang menjadi solusi atas permasalahan dunia.</p>
<p>Untuk itu iman harus selalu melekat di kalbu dan memagari pemikiran seorang muslim. Lalu bagaimana agar tetap istiqomah terhadap iman Islam? Ya kita mesti dapat merasakan nikmatnya iman meskipun konskwensi keistiqomahan terhadap Islam itu seperti memegang bara api. Dalam hal ini Nabi menyebutkan tiga perkara yang harus direngkuh oleh seorang Muslim untuk mendapatkan nikmat manisnya iman.</p>
<p>Dari Anas, Nabi Muhammad SAW bersabda:</p>
<blockquote><p><em>Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lainnya; orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah; orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke neraka.</em> (Mutafaq &#8216;alaih)</p></blockquote>
<h3>Random Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://muttaqin.info/ternyata-konferensi-ekonomi-islam-pun-dianggap-musuh/" title="Ternyata Konferensi Ekonomi Islam pun Dianggap Musuh">Ternyata Konferensi Ekonomi Islam pun Dianggap Musuh</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/indonesia-tidak-punya-musuh/" title="Indonesia tidak Punya Musuh?">Indonesia tidak Punya Musuh?</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/doa-hari-pertama-ramadhan/" title="Doa Hari Pertama Ramadhan">Doa Hari Pertama Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/fossei-open-house-dan-shariah-economic-course/" title="FoSSEI OPEN HOUSE dan Shariah Economic Course">FoSSEI OPEN HOUSE dan Shariah Economic Course</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/american-imperialism-timeline-part-1/" title="American Imperialism timeline &#8211; Part 1">American Imperialism timeline &#8211; Part 1</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/kekeliruan-memandang-sistem-ekonomi/" title="Kekeliruan Memandang Sistem Ekonomi">Kekeliruan Memandang Sistem Ekonomi</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/doa-hari-kedelapan-ramadhan/" title="Doa Hari Kedelapan Ramadhan">Doa Hari Kedelapan Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan/" title="Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan">Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/smart-muslim/" title="Smart Muslim">Smart Muslim</a></li>
<li><a href="http://muttaqin.info/tiga-syarat-tegaknya-khilafah/" title="Tiga Syarat Tegaknya Khilafah">Tiga Syarat Tegaknya Khilafah</a></li>
</ul>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fmuttaqin.info%2Ftiga-perkara-untuk-mendapatkan-nikmat-manisnya-iman%2F&amp;linkname=Tiga%20Perkara%20untuk%20Mendapatkan%20Nikmat%20Manisnya%20Iman"><img src="http://muttaqin.info/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_120_16.png" width="120" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muttaqin.info/tiga-perkara-untuk-mendapatkan-nikmat-manisnya-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
